RSS

Kabut senja. .

23 Oct

Setiap jarum jam
Berdetak dalam detik
Setiap bumi berputar
dalam pada porosnya
hari-hari pun berganti. . . .
meninggalkan kabut
yang menyelimuti kalbu
terkadang kabut itu
datang dengan tawa
lalu dengan cepat pergi
tinggalkan kecewa
adalah diriku yang diselimuti
kabut dalam kalbu,
terdiam untuk sejenak,
mencoba mengerti
dan bertahan. . .
walau selalu
demikian adanya
ku ingin hentikan
langkah karena
ku telah lelah
namun keinginanku
tak mau mengalah
rasanya aku ingin
berontak dan marah
lalu berlari dari semua
namun tak sanggup
aku melakukannya
karena dirimu terlalu menyayanginya

 
Leave a comment

Posted by on October 23, 2010 in puisi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: